Desa Kuno yang Dihuni oleh Orang-Orang "Bali Aga"
Trunyan Village merupakan nama sebuah desa yang sangat terkenal di Bali yang juga merupakan desa tertua, berada di tepi danau Batur Kintamani. Desa Trunyan terkenal dengan wisata horror berupa areal dan tradisi pemakaman yang unik.
Panorama Trunyan Village di pagi hari
Photo by @alekseysko
Desa Trunyan Bali masih menggunakan tradisi pemakaman tanpa dikubur atau dibakar, tepatnya hanya meletakkan jenazah di kawasan pemakaman. Siapapun yang datang mengunjungi tempat ini sudah pasti akan disambut ratusan jenazah, bahkan yang sudah menjadi tulang belulang. Tradisi pemakaman ini sendiri dikenal dengan sebutan Menpasah.
Jenazah yang sudah menjadi tulang belulang
Photo by @barbaraoosterwijk
Uniknya tidak tercium aroma menyengat walaupun disana terdapat banyak jenazah. Menurut cerita lokal, hal ini disebabkan oleh pohon Taru Menyan yang tumbuh di tengah pemakaman. Taru Menyan cukup besar dan mempunyai aroma khas menyan, dimana bisa menghilangkan bau tidak sedap.
Pohon Taru Menyan
Photo by @teddynatha
Walaupun wisata pemakaman terdengar menyeramkan dan terkesan mistis, tetapi pengunjung tidak perlu takut, karena tour ini menyediakan jasa pemandu. Seorang pemandu akan mengantarkan, menunjukkan, sekaligus menceritakan sejarah mengenai Trunyan Village Bali.
Kawasan rumah penduduk di tepi danau
Photo by @laxmii_sbdr
Mengunjungi Trunyan Village juga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena tradisi di sini masih sangat kental dan tetap harus dihormati. Oleh karena itu pengunjung wajib menyewa pemandu untuk berkunjung.
Papan Selamat Datang di kawasan pemakaman Trunyan Village
Photo by @arumdhany
Letaknya yang berada di tepian Danau Batur Kintamani mengharuskan pengunjung menaiki perahu untuk menyeberangi danau. Namun, inilah sensasi tambahan ketika mengunjungi Desa Trunyan, dimana pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar desa.
Berlayar menyusuri Danau Batur Kintamani
Photo by @deboraadebi
Area pemakaman Trunyan Bali dibagi menjadi tiga lokasi yang masing-masing memiliki nama yaitu Sema Wayah, Sema Bantas dan Sema Nguda. Sema wayah khusus digunakan untuk pemakaman secara Menpasah. Sementara itu, Sema Brantas digunakan untuk pemakaman dengan cara dikubur dan Sema Nguda biasanya difungsikan sebagai pemakaman secara Menpasah maupun dikubur.
Area pemakaman Sema Wayah
Photo by @bartclaeys
Selain area pemakaman, pengunjung juga bisa singgah melihat pura di Trunyan Village yang merupakan tempat ibadah masyarakat lokal. Pengunjung juga bisa memanfaatkan waktu selama berkunjung untuk mengabadikan foto, akan tetapi tetap harus seijin pemandu wisata dan menaati peraturan yang telah diberikan.
Pura Trunyan Village yang megah
Photo by @barbaraoosterwijk
Tips saat mengunjungi tempat ini, datanglah beramai-ramai agar dapat mengurangi biaya untuk akomodasi penyeberangan. Selain itu, jika memiliki teman atau kerabat warga asli Bali lebih baik diminta untuk menemani agar terhindar dari penipuan harga.
Lokasi Trunyan Village
Trunyan Village terletak di tepi danau Batur Kintamani, tepatnya di Jalan Raya Trunyan Kintamani, Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali 80652, Indonesia.
Rute Menuju Trunyan Village
Untuk menuju lokasi Desa Trunyan, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi, sewa mobil, taksi atau ojek online. Berikut ini adalah rute menuju Trunyan Village:
- Sekitar 2 jam 10 menit berkendara dari Pusat Kota Denpasar. Melalui Jl. Runtu - Jl. Pulau Seram - Jl. Diponegoro - Jl. Hasanuddin - Jl. Veteran - Jl. Pattimura - Jl. WR Supratman - Jl. By Pass Ngurah Rai Jl. By Pas Ngurah Rai Tohpati - Jl. Prof Ida Bagus Mantra - Jl. Raya Tulikup - Jl. Kembengan - Jl. Taman Bali - Jl. Merdeka - Jl. Brigjen Ngurah Rai - Jl. Kesumayudha - Jl. Nusantara - Jl. Raya Penelokan - Jl. Windu Sara - Jl. Trunyan sekitar 3 km menuju ke Dermaga Kedisan.
- Sekitar 2 jam 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Melalui Jl. Akses Bandara Ngurah Rai - Jl. Airport Ngurah Rai - Jl. Nusa Dua (Melalui Benoa Toll Road atau Mandala Toll Road) - Jl. Raya Pelabuhan Benoa - Jl. By Pass Ngurah Rai - Jl. By Pas Ngurah Rai Tohpati - Jl. Prof Ida Bagus Mantra - Jl. Raya Tulikup - Jl. Kembengan - Jl. Taman Bali - Jl. Merdeka - Jl. Brigjen Ngurah Rai - Jl. Kesumayudha - Jl. Nusantara - Jl. Raya Penelokan - Jl. Windu Sara - Jl. Trunyan sekitar 3 km menuju ke Dermaga Kedisan.
Setelah sampai di Dermaga Kedisan pengunjung bisa menyewa perahu untuk menyeberangi Danau Kintamani sekaligus menyewa pemandu wisata. Perjalanan yang ditempuh saat penyeberangan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sekali penyeberangan.
Fasilitas
- Sewa pemandu
- Sewa perahu untuk penyeberangan