Aktivitas Dan Rekreasi Cebu

New Trip

Meet the latest activities.

AREX Incheon Airport Express Train One Way Ticket

  AREX Incheon Airport Express Train
Dilihat 10,236998 Dibeli
  • Tempat Wisata di Cebu - Tiket Wisata dan Atraksi di Cebu

    Berkenalan dengan Pulau Cebu

    Sekilas tentang Cebu

    Peta Wisata Cebu

    Bagi sebagian orang, tempat wisata di Cebu mungkin masih terdengar asing. Masih banyak di antara kita yang baru saja mendengar nama Cebu. Padahal Cebu merupakan tetangga kita di Asia Tenggara. Cebu adalah nama dari salah satu pulau di Kepulauan Filipina. Luas pulaunya cukup besar, yaitu sekitar 4.933 km2. Dengan luas seperti itu, Pulau Cebu hanya memiliki total penduduk sebanyak 866.171 jiwa di tahun 2010. Nama ibu kotanya sama dengan nama pulaunya, yaitu Kota Cebu. Pembagian wilayah administratif provinsi Pulau Cebu dibagi menjadi 44 kota madya, 6 kota komponen, dan 3 kota independen. Untuk menuju Pulau Cebu, dibutuhkan perjalanan selama 45 menit menggunakan pesawat dari Manila.

    Kondisi geografis Pulau Cebu secara umum mirip dengan mayoritas pulau tropis di Indonesia. Pulaunya yang dikelilingi lautan, memiliki sejumlah pantai indah memesona, kontur tanahnya berbukit, serta rata-rata temperatur udaranya berkisar di 30 derajat Celsius. Selain itu, penampilan fisik orang Cebu juga mirip sekali dengan orang Indonesia. Bisa dibayangkan jika kota Cebu Filipina tempat menarik untuk wisata anti mainstream. Penampilan kotanya pun juga mirip dengan sebagian besar perkotaan di Indonesia. Dengan tata kota yang sederhana, hanya sedikit gedung tinggi yang dibangun di kota ini. Ditambah jalan utamanya pun juga tidak selebar jalanan Jakarta. Ditambah dengan warung-warung kecil yang berjejeran di pinggir jalan semakin menambah kesan “Indonesia Banget” di pulau Cebu ini. Warung-warung tersebut biasanya adalah warung makanan, warung penjual air isi ulang, dan lain-lain.

     

    Asal Mula Cebu

    Nama Cebu diambil dari kata sibu atau sibo yang berarti perdagangan dalam bahasa Cebuano kuno. Dulunya, Rajahnate Cebu adalah nama dari kerajaan asli di Cebu yang didirikan oleh Rajamuda Lumaya. Sampai pada akhirnya pada tahun 1521, seorang penjelajah Portugis bernama Ferdinand Magellan menandai era penjajahan Spanyol di Cebu. Ferdinand menjalin hubungan baik dengan raja dan ratu Cebu saat itu. Bahkan turut andil dalam penyebaran agama Kristen dengan membaptis sebagian besar penduduk di Pulau Cebu. Namun akhirnya Ferdinand tewas dalam pertempuran melawan kerajaan Pulau Mactan, yang merupakan saingan dari kerajaan Cebu. Lalu era penjajahan masih tetap berlanjut di tahun 1565 dengan ditandai kedatangan seorang penjelajah Spanyol bernama Miguel López de Legazpi.

    Sampai pada akhirnya di tahun 1898, Pulau Cebu menjadi milik Amerika Serikat setelah Perang Spanyol – Amerika, dan Perang Filipina – Amerika. 39 tahun kemudian pemerintah Filipina mengambil alih pemerintahan Cebu secara independen. Namun di tahun 1942 saat perang dunia II, Jepang sempat menduduki Cebu dengan mendirikan pangkalan militer di sana. Setelah berbagai upaya pergolakan dilakukan, akhirnya Cebu meraih kemerdekaannya dari pemerintahan kolonial di tahun 1946. Setelahnya, di tahun 2012 dan 2013, Cebu kerap mengalami gempa bumi yang meluluhlantakkan bangunan dan menelan korban jiwa sedikitnya 100 orang.

     

    Transportasi di Cebu

    Perjalanan liburan ke Cebu hanya bisa melalui transportasi udara. Saat ini hanya beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta–Cebu, sisanya adalah rute Jakarta–Manila. Jika harus mendarat di Manila, maka kalian perlu melanjutkan perjalanan selama kurang lebih satu jam dengan pesawat menuju pulau Cebu. Setibanya di Cebu, berikut adalah pilihan transportasi yang bisa kalian gunakan:

    Jeepney

    Kendaraan ini merupakan kendaraan khas dan kerap ditemukan di berbagai wilayah Filipina, termasuk Cebu. Bentuknya berupa mobil jeep yang memanjang ke belakang. Sangat mudah dikenali karena biasanya badan mobil diwarnai dengan warna mencolok dan hiasan yang tak kalah eye-catching. Fungsinya sama seperti transportasi umum lainnya, yaitu mengantar dan menurunkan penumpang dengan rute-rute tertentu. Masyarakat lokal menyebut Jeepney dengan dyip atau dyipini. Konon katanya Jeepney dibuat dari jeep militer Amerika Serikat yang tersisa dari masa Perang Dunia II.

    Taksi

    Transportasi umum kedua yang bisa kalian gunakan selama jalan jalan ke Cebu Filipina adalah taksi. Ada 2 jenis taksi yang tersedia di Cebu, yaitu taksi konvensional dan taksi online. Beberapa taksi konvensional menetapkan harga 13,50 Peso per kilometernya. Sedangkan untuk taksi online dikelola oleh Grab. Tarif yang ditawarkan oleh Grab pun juga tidak jauh berbeda dengan taksi konvensional.

    Sewa Mobil

    Beberapa wisatawan yang tidak ingin ribet dalam urusan transportasi biasanya memilih untuk menyewa mobil di Cebu. Dengan membayar sekian Peso, kalian bisa berkeliling ke seluruh Pulau Cebu kapan pun kalian suka.

     

    5 Tempat Wisata Populer di Cebu

    Basilica del Santo Nino

    Basilica del Santo Nino

    Orang bilang belum ke Cebu kalau belum mengunjungi Basilica del Santo Nino. Basilika ini merupakan gereja tertua yang ada di Pulau Cebu. Biaya masuknya gratis. Ketika masuk ke dalamnya, desain interior yang kental akan nuansa kuno sanggup menghipnotis setiap pengunjung yang ada. Kaca patri, lukisan di dinding, dan patung-patung cantik semakin membuat Basilica del Santo Nino semakin diselimuti keindahan.

    Fort San Pedro

    Benteng ini dulunya didirikan oleh pemerintah Spanyol saat bermukim di Filipina. Bentuknya triangular dengan dua bagian benteng yang dibuat menghadap lautan. Fort San Pedro merupakan salah satu landmark Kota Cebu dan ikon tempat wisata di Filipina yang bersejarah. Untuk mengunjungi benteng ini, kalian cukup membayar sekitar 30 peso.

    Plaza Independencia

    Tempat ini merupakan alun-alunnya Pulau Cebu. Plaza Independencia dipenuhi dengan banyak pohon akasia tua. Konon katanya mereka adalah saksi dari sejarah Cebu di masa lampau. Sebuah patung yang menggambarkan Miguel Lopez de Legazpi berdiri tegak di tengah alun-alun. Patung ini dibangun untuk mengenang beliau yang merupakan gubernur jenderal pertama di era penjajahan Spanyol di Cebu.

    Paradise Beach

    Sesuai dengan namanya, Pantai Paradise seolah menawarkan secuil keindahan surga di bumi Cebu. Untuk mencapai pantai di Cebu Filipina ini, kalian harus menyiapkan tenaga ekstra dengan berjalan kaki. Namun, begitu sampai di pantainya, niscaya kelelahan itu akan terbayar begitu menyentuh pasir putihnya yang lembut. Ditambah lagi dengan ombaknya yang tenang dan laut biru jernih semakin membuat ingin segera bermain air di Pantai Paradise.

    Lambug Beach

    Pantai ini bisa dibilang versi mini dari Boracay yang terletak di wilayah pedesaan. Pantai Lambug memiliki air biru yang sebening kaca dan pasir putih. Aktivitas berupa snorkeling dan memancing kerap dilakukan wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.

     

    Demikian ulasan singkat mengenai Pulau Cebu. Untuk kalian yang menginginkan liburan ala pulau tropis dan kaya akan sejarah kolonial selain Indonesia, maka Cebu adalah jawabannya. Jangan lupa untuk pesan tiket tempat wisata di Cebu atau wilayah Filipina lainnya di BeFree Tour. Hanya BeFree Tour yang banyak dipercaya oleh kaum traveler muda di Indonesia. Berkat keuntungan seperti bebas memilih tempat wisata itulah yang menjadikan BeFree Tour semakin disukai wisatawan Indonesia. Yuk, pesan tiket wisatamu sekarang juga di BeFree Tour! (HN)